Pages

Contoh Satlan ( Satuan Layanan BK)

Contoh  Satlan  ( Satuan Layanan BK)



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING


A.  Topik Permasalahan             :    …………………………………………………...........

B.  Tugas Perkembangan           :    ………………………………………………………...

C.  Bidang Bimbingan               :    ………………………………………………………...

D.  Jenis Layanan                       :    ………………………………………………………...

E.   Fungsi Layanan                    :    ………………………………………………………...

F.   Tujuan Layanan/Hasil yang ingin Dicapai            :
      1.  ………………………………………………………………………………………
      2.  ………………………………………………………………………………………
      3.  ………………………………………………………………………………………

G.  Sasaran Layanan                  :    .......................................................................................

H.  Uraian Kegiatan dan Materi Layanan
           ....................................................................................................................................
           ....................................................................................................................................
           ....................................................................................................................................
           ....................................................................................................................................
           ....................................................................................................................................

I.    Strategi Pelayanan               :    .......................................................................................

J.    Tempat Penyelenggaraan     :    .......................................................................................

K.  Waktu, Tanggal, Semester   :    .......................................................................................
L. Penyelenggara Layanan         :    .......................................................................................

M.  Pihak-pihak yang Disertakan dalam Penyelenggaraan Layanan dan Peranannya Masing-masing           :
     ..........................................................................................................................................
     ..........................................................................................................................................

N.  Alat Perlengkapan yang Digunakan :
     ..........................................................................................................................................
     ..........................................................................................................................................

O.  Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut layanan :
     ..........................................................................................................................................
     ..........................................................................................................................................

P.   Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan pendukung :
     ..........................................................................................................................................
     ..........................................................................................................................................

Q.  Catatan Khusus:
     ..........................................................................................................................................
     ..........................................................................................................................................
                                                                                   

                                                                                                ..............., ...................... 20...
      Mengetahui                                                                      
      Kepala Sekolah                                                                 Guru Pembimbing

PENYULUHAN HUKUM TENTANG KENAKALAN REMAJA BAGI SETIAP PELAJAR TINGKAT SMP

PENYULUHAN HUKUM TENTANG KENAKALAN REMAJA BAGI SETIAP PELAJAR TINGKAT SMP



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

Masa Remaja merupakan salah satu fase perubahan yang kritis bagi manusia baik fisik maupun psikis. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi dirinya dalam proses perubahan tersebut. Penyebabnya bisa oleh karena faktor keluarga, lingkungan, pergaulan, media komunikasi, media hiburan, pengaruh globalisasi, serta kurangnya pemahaman tentang peraturan hukum yang berlaku dan faktor lainnya.
Melihat perkembangan pergaulan anak-anak remaja baru Gede dan ditambah dengan perkembangan tehnologi informatika yang dengan mudah didapatkan melalui HP Android maupun warung-warung Internet, dan dengan mudahnya hal tersebut sehingga hal-hal yang positif bisa didapatkan dengan cepat, demikian juga hal-hal yang Negatif juga semakin banyak didapat dari perkembangan Tehnologi tersebut.
Dengan adanya data-data perkembangan tersebut, khususnya perkembangan informasi Negatif  yang didapatkan, maka para anak-anak  remaja baru gede degan mudah masuk kedalam pikiran mereka, mengingat pada dasarnya bahwa anak-anak baru gede tersebut mempunyai rasa keingintauan yang tinggi dan selalu ingin mencoba-coba hal-hal baru yang didapatkan dari informasi tersebut dan apa bila hal ini tidak dibarengi dengan adanya pengawasan, bimbingan dan arahan dari  berbagai pihak, maka para remaja tersebut akan terjerumus dan melakukan hal-hal yang negatif tersebut.
Melihat perkembangan tersebut dan untuk menjauhkan generasi muda dari bahaya kenakalan remaja, diantaranya Penyalahgunaan Narkoba, Bahaya merokok, Free Sex, Tawuran, dan lain sebagainya khususnya di wilayah hukum Polres Pasuruan maka Kapolres Pasuruan AKBP SOELISTIJONO, S.I.K. M.H memerintahkan kepada Kasat Binmas AKP AGUS MUKLISON, SH. bersama anggota Sat Binmas lainnya untuk bekerja sama dengan Diknas Kab. Pasuruan untuk melakukan penyuluhan di Sekolah-sekolah khususnya pada Pelajar tingkat SMP dan SMA ataupun sederajat.
Dan pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2015, Anggota Sat Binmas Polres Pasuruan yang dipimpin KBO Sat Binmas Polres Pasuruan IPTU SARNO, didampingi dengan IPDA SAMURI, SH. selaku Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Pasuruan beserta 2 orang anggotanya berkunjung ke salah satu sekolah yaitu tepatnya di Aula SMP Negeri 2 Gempol Kab. Pasuruan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 Siswa-siswi terutama kelas XII (dua belas) didampingi oleh guru pembimbingnya.
KBO Sat Binmas Polres Pasuruan, IPTU SARNO menjelaskan lewat penyuluhan ini diharapkan para siswa dapat menanamkan sikap disiplin dan kejujuran agar generasi muda dapat benar-benar memahami aturan dan norma-norma yang berlaku.
“Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan pengenalan hukum dan untuk menghindarkan peserta didik SMP dari masalah kenakalan-kenakalan remaja, dan agar para siswa lebih mendalami dan mengetahui Jenis, Macam, Bahaya dan Dampak-dampak buruknya terhadap Kenakalan Remaja, sehingga memberikan kesadaran bagi mereka dan mereka bisa berupaya untuk menjauhinya”, ungkapnya. (CYAW/hms)

Kenakalan-Kenakalan Siswa/Siswi Smp

Kenakalan-Kenakalan Siswa/Siswi Smp


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

HASIL OBSERVASI
A. Bentuk-bentuk/ Jenis-jenis Kenakalan Siswa SMP Negeri 14 Malang
Dari hasil observasi yang kami lakukan, dapat diketahui bahwa kenakalan remaja/ siswa sebagai bagian dari kemerosotan moral tidaklah dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya zamannya.
Moral disini diartikan sebagai ajaran tentang baik buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban, dan sebagainya (Purwadarminto, 1957: 957). Dalam hal ini diatur segala perbuatan yang dinilai baik dan perlu dilakukan, dan sesuatu perbuatab yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan salah. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkag laku.
Kenakalan yang dilakukan oleh anak remaja/ siswa pada umumnya merupakan produk dari adanya peraturan-perarturan keras dari orang tua, anggota keluarga dan lingkungan terdekatnya yaitu masyarakat di tambah lagi dengan keinginan yang mengarah pada sifat negatif dan melawan arus yang tidak terkendali.
Adapun bentuk-bentuk/ jenis-jenis kenakalan yang sering dilakukan oleh para siswa SMP Negeri 14 Malang, adalah tergolong jenis kenakalan ringan. Kenakalan ringan adalah suatu kenakalan yang tidak sampai pada pelanggaran hukum.
Bentuk/jenis kenakalan siswa SMP Negeri 14 Malang ini adalah:
1. Membolos
2. Ngobrol/ ramai pada jam pelajaran berlangsung
3. Pemakaian atribut pada seragam tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan pihak sekolah
4. Merokok
5. Tidak mengerjakan PR sekolah
6. Sering terlambat datang ke sekolah
7. Menyontek
8. Berpacaran
1. Membolos
Membolos adalah pergi meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan dari pihak sekolah. Membolos disini pada hakekatnya mereka berangkat ke sekolah dengan berpakain seragam dari rumah akan tetapi mereka tidak datang ke sekolah mereka pergi entah kemana. Keadaan seperti ini sering terjadi karena mereka merasa bosan dengan suasana sekolah, ada pula yang beralasan terlambat akhirnya mereka memutuskan untuk membolos saja.
2. Ngobrol/ ramai pada jam pelajaran berlangsung
Hal seperti ini sering sekali terjadi pada waktu proses belajar mengajar. Dimana guru/ pendidik sedang menerangkan akan tetapi para siswa asyik mengobrol sendiri tanpa menghiraukan gurunya. Siswa disini merasa bosan dengan suasana kelas yang monoton. Kedaan seperti itulah yang membuat para siswa merasa bosan dengan suasana kelas yang kurang menyenangkan. Serta ada juga siswa yang hanya ikut-ikutan saja, atau mematuhi kepala gengnya, karena di dalam kelas mereka membuat geng-geng tersendiri. Oleh karena itu guru harus dapat menyiasati bagaimana suasana proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan bagi para siswanya.
3. Pemakaian atribut pada seragam tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan pihak sekolah
Pemakaian atribut pada seragam tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh sekolah merupakan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. Para siswa kadangkala tidak mematuhi tata tertib yang ada. Mereka memakai atribut pada seragam sesuai dengan kehendak hatinya, misalnya saat mengenakan baju pramuka atribut yang dikenakan salah satunya dasi almamater, padahal dasi tersebut harus dipakai pada saat hari senin sampai kamis yaitu saat mengenakan baju biru-putih.
4. Merokok
Merokok di sekolah bagi para siswa merupakan tindakan yang melanggar dan tidak diperbolehkan oleh pihak sekolah. Merokrok bagi para siswa merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka yang sudah terbiasa merokok di rumah maupun di sekolah. Dan ada pula siswa yang hanya ikut-ikutan dan mencari perhatian supaya di pandang keren. Oleh karena itu pendidik/ guru harus bisa memberikan contoh yang baik dan memberi pengarahan misalnya; guru tidak boleh merokok di kelas pada waktu jam pelajaran, ataupun merokok di depan siswa-siswanya.
5. Tidak mengerjakan PR sekolah
Tidak mengerjakan PR sekolah ini sering kali dilakukan oleh para siswa laki-laki. PR atau tugas sering dianggap sebagai beban mereka dan menyita waktu mereka untuk bermain. Mereka beranggapan bahwa pelajaran di sekolah sudah cukup, dan tidak perlu lagi pekerjaan rumah (PR) yang hanya menyita waktu bermain dan waktu mereka untuk bersantai.
6. Sering terlambat datang ke sekolah
Sering terlambat datang ke sekolah mungkin bagi siswa yang rumahnya jauh, yang hanya bisa di tempuh dengan kendaraan bermotor/ angkutan umum. Tapi lain halnya dengan para siswa SMP ini, yang sering terlambat bukanya siswa yang jauh rumahnya melainkan siswa-siswa yang dekat dengan sekolah yang sering terlambat datang ke sekolah. Mereka beralasan sering ketiduran dan bersantai-santai karena mereka merasa tidak akan terlambat datang ke sekolah karena rumah mereka dekat dengan sekolah, dan bisa di tempuh dengan jalan kaki saja, tanpa harus naik kendaraan.
7. Menyontek
Menyontek sering dilakukan para siswa apabila mereka sedang melaksanakan ujian (UTS/ UAS). Karena para guru melarang para siswa membawa catatan kedalam kelas pada saat ujian berlangsung. Hal ini sering dilakukan oleh para siswa yang belum siap melaksanakan ujian atau siswa yang belum belajar menjelang ujian.
8. Berpacaran
Kata pacaran bukan hal yang asing lagi bagi kita terutama bagi remaja/ siswa sekarang. Mereka mengatakan bahwa berpacaran adalah untuk menyatukan/ mengenal diri seseorang antara satu dengan yang lain, dengan berpacaran mereka bisa mengenal satu sama lain Hal ini dilakukan oleh siswa karena mereka ingin mengenal jati diri yang sesungguhnya. Kalau mereka tidak diawasi atau dipantau dengan seksama oleh para orang tua atau pendidik mereka akan terjerumus kedalam hal-hal yang melanggar norma-norma agama. Oleh karena itu para orang tua khususnya pendidik/guru harus bisa memberikan atau membekali mereka dengan ilmu agama dengan baik
B. Hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan siswa di SMP Negeri 14 Malang.
Suatu kenakalan pasti ada sebab. Berbicara mengenai kenakalan siswa, maka hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan siswa sangatlah komplek. Untuk memperoleh data tentang penyebab terjadinya kenakalan siswa, penulis menggunakan pendekatan interview dan wawancara kepada para siswa yang tergolong sering melakukan kenakalan-kenakalan di sekolah, sehingga akan mempermudah jalanya observasi yang kami lakukan. Adapun hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan siswa adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga yang kurang menerapkan disiplin kepada anak-anaknya dapat juga mempengaruhi terjadinya kenakalan siswa, bahwa penyebab yang paling utama di lingkungan keluarga adalah karena sifat egois dari anak tersebut, penyebab ini bisa diartikan sebagai kemauan dari si anak itu sendiri Kemarahan orang tua yang berlebihan terhadap anak juga dapat menimbulkan bermacam reaksi dari anak yang pada akhirnya akan menyeret anak untuk melakukan kenakalan.
2. Lingkungan Sekolah
Di samping lingkungan keluarga hal yang terpenting dari sebab-sebab timbulnya kenakalan siswa di SMP Negeri 14 Malang adalah lingkungan sekolah. Sekolah juga bisa menyebabkan timbulnya kenakalan siswa, yang mana penyebab terjadinya kenakalan siswa dipicu dari adanya pengaruh teman-temanya. Hal ini sangatlah wajar apabila pengaruh dari teman itu merupakan penyebab yang utama. Karena pergaulan anak-anak sekarang ini sangatlah bebas apalagi didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu cepat. Sehingga apabila anak tidak memiliki teman yang baik maka ia akan terjerumus kepada hal-hal yang negatif, yang dapat merugikan diri sendiri dan dapat menular kepada teman-teman yang lain.
3. Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat disini dimana anak melakukan hubungan sosialnya, baik dengan teman sebayanya maupun dengan orang yang lebih dewasa. Di lingkungan masyarakat itulah anak/ remaja menghabiskan sebagian dari waktu luangnya. Jadi tidak heran kalau kenakalan yang terjadi pada anak remaja disebabkan karena lingkungan masyarakat.

Stress Ngerjain RPP? Inilah Cara-Cara Mengatasinya

Stress Ngerjain RPP? Inilah Cara-Cara Mengatasinya



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


Meditasi atau Relaksasi

Para pakar mengatakan bahwa cara paling ampuh untuk mengatasi stress adalah meditasi. Karena meditasi dapat membantu seseorang untuk menjernihkan pikiran dan berkonsentrasi pada ketenangan alam sekitarnya. Telah dibuktikan bahwa meditasi selama 15 menit memberikan istirahat dan ketenangan yang lebih dibandingkan tidur nyenyak selama 1 jam. Tetapi sebenarnya hanya dengan meditasi 1-2 menit setiap hari sudah dapat memberikan efek positif yang luar biasa untuk Anda. Mulailah dengan duduk tegak dan kosongkan pikiran Anda. Meditasi akan membantu kita untuk melupakan pikiran-pikiran dan kekhawatiran yang menyebabkan kita menjadi stress.

Belajarlah Secara Kelompok

Bila belajar, janganlah belajar sendiri, lebih baik belajar bersama atau belajar kelompok (dengan teman kelas/teman kos/tetangga) ataupun ditemani anggota keluarga yg ada dengan diselangi sedikit canda untuk menghilangkan stres walaupun membuyarkan konsentrasi sedikit.

Tersenyum

Anda tidak perlu membayar untuk tersenyum! Sebuah senyuman membuat relaks semua otot-otot utama di wajah. Anda merasa senang, stres pun hilang.

Makan dan Istirahat Yang Cukup

Cobalah makan menu seimbang dan jangan melewatkan waktu makan. Dengan minimal tidur siang pada hari libur. Kondisi kurang tidur akan membuat kita melihat masalah secara berlebihan dan memperburuk situasi.

Menyalurkan Hobby

Jika seseorang mengalami stress berat, maka cara yang baik untuk melepaskan stress tersebut adalah dengan menyalurkannya dalam bentuk hobby. Hobby yang melibatkan banyak orang dalam satu grup juga sangat dianjurkan karena hobby ini akan sangat kondusif terhadap kehidupan sosial seseorang. Contohnya aja saya, hobby saya ngeblog, saya lagi stress makanya saya ngeblog, nulis tulisan ini. Hehehe...

Jangan Selalu Berpikir Tentang Kompetisi

Setiap situasi dalam hidup tidak mengharuskan Anda untuk menang atau kalah. Sesuaikan pendekatan Anda terhadap suatu aktivitas berdasarkan kebutuhannya. Kembangkan sikap positif. Lihatlah dunia dari sisi yang lebih cerah. Ini akan memberikan kekuatan untuk menerima stres sebagai bagian dari hidup.

Bicarakan

Bicarakan stres Anda dengan teman atau anggota keluarga yang suportif. Ini bisa menjadi obat yang baik untuk stres. mengunjungi ahli terapi secara teratur juga akan sangat membantu kita mengatasi stress.

Model-Model Pembelajaran yang Efektif

Model-Model Pembelajaran yang Efektif 



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

  EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
Kesimpulan

-----------------------------------

2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
1.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.       Menyajikan materi sebagai pengantar
3.       Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4.       Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
5.       Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6.       Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
7.       Kesimpulan/rangkuman
---------------------------------------

3. NUMBERED HEADS TOGETHER
(KEPALA BERNOMOR)
(SPENCER KAGAN, 1992)

Langkah-langkah :
1.       Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.       Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3.       Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4.       Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5.       Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6.       Kesimpulan
---------------------------------------

4. COOPERATIVE SCRIPT
Skrip kooperatif :
metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari

Langkah-langkah :
1.       Guru membagi siswa untuk berpasangan
2.       Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3.       Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4.       Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
                Sementara pendengar :
•          Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
•          Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
5.       Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
6.       Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
7.       Penutup
---------------------------------------

5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)

Langkah-langkah :
1.       Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.       Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
                Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
3.       Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
4.       Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5.       Kesimpulan
---------------------------------------

6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI
 (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
1.       Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2.       Guru menyajikan pelajaran
3.       Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4.       Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
5.       Memberi evaluasi
6.       Kesimpulan
---------------------------------------

7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1.       Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2.       Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3.       Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.       Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5.       Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6.       Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7.       Guru memberi evaluasi
8.       Penutup
-----------------------------------------

9. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH)
Langkah-langkah :
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
---------------------------------------
10. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
Kesimpulan/penutup
---------------------------------------

11. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.
---------------------------------------
      
12. MAKE - A MATCH
(MENCARI PASANGAN)
(Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
Setiap siswa mendapat satu buah kartu
Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
Demikian seterusnya
Kesimpulan/penutup
---------------------------------------

13. THINK PAIR AND SHARE
(FRANK LYMAN, 1985)
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
Guru memberi kesimpulan
Penutup
---------------------------------------

14. DEBATE
Langkah-langkah :
Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
---------------------------------------

15. ROLE PLAYING
Langkah-langkah :
Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
Guru memberikan kesimpulan secara umum
Evaluasi
Penutup
---------------------------------------

16. GROUP INVESTIGATION
(SHARAN, 1992)
Langkah-langkah :
Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
Evaluasi
Penutup
---------------------------------------

17. TALKING STIK
Langkah-langkah :
Guru menyiapkan sebuah tongkat
Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
Guru memberikan kesimpulan
Evaluasi
Penutup
---------------------------------------

18. BERTUKAR PASANGAN
Langkah-langkah :
Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya
Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
Setelah selesai setiap pasangan bergabungdengan satu pasangan yang lain
Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka
Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
---------------------------------------

19. SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
Evaluasi