JASA ADMINISTRASI BP BK MURAH HUBUNGI KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

BAHASAN TENTANG MATERI/SUB MATERI

BAHASAN TENTANG  MATERI/SUB MATERI

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


1.   Pengertian Masalah
Masalah adalah suatu kesenjangan, perbedaan, penyimpangan, kefakuman antara apa yang seharusnya dan apa yang sebenarnya. Seharusnya maksudnya adalah teori sedangkan sebenarnya adalah kenyataan atau fakta.
Secara umum pengertian masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dengan kenyataan. Sedangkan dalam penelitian, masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaannya dan yang sejenis dengan itu.
Contoh : lama kelulusan sarjana adalah 4 tahun, ternyata bahwa hampir 60% program studi akuntansi lulus 5 tahun.
2.   Sumber Masalah
Masalah atau permasalahan dalam penelitian, menurut Stonner (1982) sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2006: 52), biasanya bersumber dari:
1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan; misalnya pengelolaan pendidikan dengan sistem sentralisasi dirubah menjadi sistem disentralisasi atau dengan MBS, tentu saja akan muncul masalah. Bagaimana pelaksanaannya? Apa yang terjadi setelah perubahan tersebut? dll.
2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncancakan dengan kenyataan; misalnya dengan kebijakan kurikulum KBK atau KTSP seharusnya pendidikan akan meningkat kualitasnya, ternyata tidak demikian kenyataannya.
3. Ada Pengaduan; misalnya sekolah pada dasarnya tenang-tenang saja tidak ada masalah. Tiba-tiba ada pengaduan bahwa produk (lulusannya) tidak ada yang diterima kerja atau pelayanannya ternyata tidak memuaskan, dll.
4. Ada Kompetisi; misalnya adanya saingan antara lembaga pendidikan negeri dengan lembaga pendidikan swasta, dll.
Di sisi lain, menurut Tuckman (1972), masalah penelitian juga biasanya bersumber dari; 1) pengalaman (experiences); 2) Deduksi dari teori (deduction from theory); 3) literatur yang relevan (related theory); dan 4) sumber-sumber lain yang dari non-pendidikan (non-educational sources).
3.   Proses Mengidentifikasi Masalah           Proses Identifikasi Masalah untuk Menemukan Masalah Penelitian
Sebagaimana diketahui, bahwa penelitian itu pasti berangkat dari masalah dan punya tujuan untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu, selain masalah itu dapat ditemukan dari sumber-sumber di atas, masalah penelitian menurut Sumadi Suryabrata (2003: 13) juga dapat ditemukan melalui:
-      Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian; hal ini bisa dimanfaatkan karena dalam bagian akhir laporan penelitian terdapat rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.
-    Diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya; dalam seminat atau kegiatan ilmiah lainnya biasanya pembicara sering melontarkan masalah yang disampaikan secara logis dan professional. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk diteliti.
-    Pernyataan pemegang otoritas; misalnya pernyataan Mendiknas, Gubernur, Bupati, dan lain-lain yang sering melontarkan persoalan-persoalan yang sering dihadapi pemerintahannya, terutama masalah pendidikan.
-    Pengamatan sepintas; misalnya timbul saat mengadakan studi komparatif ke sekolah-sekolah tertentu, dll.
-    Pengalaman pribadi; biasanya dari sini banyak timbul persoalan ketika kehidupan pribadi sering dikaitkan dengan kehidupan professional seperti pendidikan.
-    Perasaan Intuitif; biasanya muncul tanpa sengaja saat bangun tidur atau saat-saat setelah habis istirahat, dll.


4.   Memilih Masalah Penelitian
Dari semua sumber masalah di atas, tentu ada pedoman untuk kemudian memilih suatu sebagai sebuah masalah penelitian. Setidaknya, ada tiga karakteristik yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah, yaitu:
1.    Masalah tersebut “layak diteliti”; artinya pengkajian terhadap masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara terukur secara empiris melalui pengumpulan data dan pengolahan data. Dengan demikian, masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu filosofis, etika, moral atau nilai-nilai ideal tidak bisa dijadikan masalah karena sulit diukur.
2.    Sifat dari masalah tersebut, yaitu mempunyai nilai teoritis dan praktis; artinya masalah tersebut diangkat dan ada teorinya yang kuat dan mempunyai dampak praktis.
3.    Masalah tersebut realistis; arti realistis di sini sangat luas, di antaranya masalah itu terjangkau oleh kemampuan, baik dari segi keilmuan, penguasaan konsep atau teori, waktu, tenaga dan biaya, dll. (Toha Anggoro,dkk., 2007: 1.15)
Oleh karena itu, dari sekian masalah yang telah diidentifikasi perlu dipilih salah satu masalah yang paling layak dan sesuai diteliti. Pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.    Pertimbangan dari arah masalahnya; petimbangan dari aspek ini (dari sudut objektif) antara lain:
-      Apakah akan memberi sumbangan kepada pengembangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya?
-      Apakah juga akan memberi manfaat untuk pemecahan masalah-masalah praktis?
2.    Pertimbangan dari arah calon peneliti; pertimbangan dari aspek ini (dari sudut subjektif) antara lain:
-      kemampuan peneliti dan penguasaan teorinya
-      penguasaan metode yang akan digunakan
-      biaya yang dibutuhkan
-      waktu yang akan digunakan
-      alat-alat dan perlengkapan yang dibutuhkan dan diperlukan

5.   Merumuskan Masalah Penelitian
Salah satu komponen yang sangat penting dan menentukan kualitas sebuah penelitian ilmiah adalah rumusan masalah. Dalam hal ini yang dimaksud masalah adalah masalah ilmiah penelitian (scientific research problems). Masalah penelitian inilah yang akan dipecahkan atau dicarikan solusinya melalui suatu proses penelitian ilmiah.
Berbeda dengan rumusan-rumusan masalah pada umumnya, seperti laporan-laporan proyek, dalam penelitian ilmiah dituntut untuk memenuhi beberapa kriteria, antara lain masalah dirumuskan dengan kalimat tanya, sebaiknya hindari kata tanya “sejauh manakah” atau “seberapa besarkah”, dsb.             Kriteria lain adalah setiap rumusan masalah minimal terdapat dua faktor atau variabel yang dihubungkan atau dibedakan, dan terakhir adalah variabel-variabel tersebut harus dapat diukur dan di-manage (measurable and managable).
Agar dapat diukur maka variabel-variabel tersebut harus konseptual, artinya variabel tersebut harus didukung oleh teori-teori sehingga akan lebih mudah mengukurnya karena indikator-indikatornya jelas dideskripsikan dalam teori-teori yang relevan. Variabel dapat di-manage artinya data dengan mudah dapat dikumpulkan dan tersedianya atau bersedianya responden sebagai unit analisis untuk mengisi instrumen penelitian.
Hal lain yang perlu diperhatikan peneliti adalah dalam menentukan atau memilih variabel. Berdasarkan namanya, variabel memiliki ciri harus bervariasi. Insentif disuatu perusahaan atau institusi untuk golongan yang sama bukan variabel, tetapi fakta karena besarnya sama untuk golongan atau jenjang (level of job) yang sama. Kinerja (performances) adalah variabel karena setiap orang memiliki level of perfomances yang berbeda, demikian juga motivasi kerja atau kepuasan kerja, jelas dapat dipakai sebagai variabel karena tiap orang memiliki variabel tersebut yang bervariasi.
Namun ada juga peneliti kadang keliru menyebut misalnya kebijakan sebagai variabel sebab kebijakan disuatu perusahaan atau lembaga tidak akan dan tidak pernah bervariasi. Jadi dalam hal ini para peneliti harus secara logis menentukan berkaitan dengan apa yang hendak diukur terhadap kata kebijakan tersebut atau apa yang bervariasi terhadap kebijakan itu, seperti mungkin persepsi karyawan terhadap kebijakan atau penilaian atau pemahaman karyawan, jadi dalam hal ini yang bervariasi tentu persepsinya, penilaiannya atau pemahamannya terhadap kebijakan tersebut.
Oleh karena itu, apabila ditanya apa variabelnya maka jawabannya adalah persepsi atau pemahaman, sehingga peneliti dituntut untuk mencari teori-teori tentang persepsi atau pemahaman terhadap kebijakan. Jadi variabelnya bukan kebijakan, karena kebijakan tidak bervariasi. Faktor the naming variable sangat mempengaruhi peneliti dalam menentukan teori-teori yang akan diterapkan dalam sebuah karya ilmiah baik itu skripsi, tesis bahkan disertasi. Demikian juga contoh-contoh lain seperti budaya organisasi, iklim organisasi, konpensasi, rekrutmen, gaji, pemberdayaan, dsb.
Dalam penelitian ilmiah, variabel pada umumnya ada dua yaitu variabel bebas (independent variable) yang dapat mempengaruhi atau lebih dulu terjadi terhadap variabel lain yang disebut variabel terikat (dependent variable). Variabel terikat inilah yang menentukan the main topic seorang peneliti yang mencerminkan spesialisasinya.
6.   Metode Penemuan Masalah
Metode Penemuan Masalah Masalah
1.      Pendekatan Formal
a.    Metode Analog
Metode ini menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian pada bidang tertentu untuk menentukan masalah penelitian pada bidang yang lain yang terkait.
b.    Metode Renovasi
Masalah penelitian ditentukan dengan cara memperbaiki atau menganti komponen teori atau metode yang kurang relevan dengan komponen teori atau metode lain yang lebih efektif
c.    Metode dialektis
Masalah penelitian yang diusulkan untuk pengembangan terhadap teori atau metode yang telah ada
d.    Metode Morfologi
Merupakan metode dengan pendekatan analisis pada berbagai kemungkinan kombinasi bidang masalah peenelitian yang saling berhubungan dalam bentuk matrik
e.    Metode Dekomposisi
Membagi masalah ke dalam elemen –elemen yang lebih spesifik
f.     Metode Agregasi
Menggunakan hasil beberapa penelitian dari berbagaia bidang penelitian yang berbeda untuk menentukan suatu maslaha penelitian yang lebih kompleks.

2.      Pendekatan non formal
a.    Metode perkiraan
Didasarkan intuisi pembuatan keputusan mengenai situasi tertentu yang diperkirakan mempunyai potensi masalah
b.    Metode fenomenologi
 Berdasarkan observasi terhadap fakta atau kejadian
c.    Metode konsensus
Didasarkan konsensus dalam praktik bisnis
d.    Metode pengalaman
Didasarkan pengalaman perusahaan atau orang – orang dalam perusahaan.

7.   Tipe Masalah
Tipe masalah menurut Uma Sekaran diklasifikasikan kedalam empat bentuk yaitu:
1.  Masalah saat ini yang perlu dicarikan jawaban pemecahannya atau solusinya.
2.  Masalah yang terjadi pada area tertentu yang memerlukan perbaikan atau pembenahan
3.  Masalah yang berhubungan dengan persoalan teoritis yang perlu untuk diteliti guna menjelaskan fenomena yang terjadi
4.  Masalah yang berupa pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban empiris.

8.   Variabel Penelitian dan Jenisnya
Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2007).
Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
• Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain.
• Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.
• Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dsb.
         Macam Variabel dalam penelitian dapat dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Variabel Independen
         Variable ini sering disebut sebagai Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, atau Variable Bebas.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen.
Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
2. Variabel dependen
          Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen. Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent.
3. Variabel Moderator
           Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua.
Contoh hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen :
Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.

4.Variabel Interpening
          Dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan “an intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate”.
Variabel Intervening adalah Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat, tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur.
Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat, sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat.
          Contoh: :
Tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap umur harapan hidup. Di sini ada varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang. Antara variabel penghasilan dan gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal.
5. Variabel Kontrol
           Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental.
Contoh: :
Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II.
Variabel Bebasnya adalah Metode Pembelajaran, misalnya Metode Ceramah & Metode Demonstrasi. Sedangkan Variabel Kontrol yang ditetapkan adalah sama, misalnya Standard Keterampilan sama, dari kelompok mahasiswa dengan latar belakang sama (tingkat/semesternya sama), dari institusi yang sama.
Dengan adanya Variabel Kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II dapat diketahui lebih pasti.

9.   Pemilihan dan Analisis Masalah yang akan Diteliti
Tujuan suatu penelitian adalah untuk memecahkan atau menemukan jawaban terhadap suatu objek permasalahan. Oleh karena itu, pemilihan dan analisis masalah adalah sebuah tahap awal yang harus dilalui oleh seorang penelti. Pemilihan sebuah pokok permasalahan adalah suatu  hal yang sangat dasar, agar penelitian yang akan kita lakukan sebagai seorang peneliti terarah dalam artian kita akan tahu mau dibawa kemana penelitian kita ini. Pokok masalah yang diteliti akan tampak jelas (batasan, lingkup, latar belakang, dan signifikansinya) setelah dilakukan analisis terhadap pokok permasalahan yang bersangkutan.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa seorang peneliti tidak cukup hanya memilih atau menentukan pokok permasalahan atau objek yang akan diteliti, karena suatu pokok permasalahan belum  dapat  menggambarkan sebuah kejelasan mengenai apa dan untuk apa pokok peermasalahan tadi diteliti. begitu juga dengan pemilihan masalah,  pemilihan  sebuah  masalah barulah bermakna kalau disertai dengan analisis masalah yaitu merinci masalah – masalah yang akan diteliti, mempertegas batasannya, memperjelas tujuan dan hipotesisnya,  serta mempertegas latar belakang dan kegunaan  mengapa masalah tersebut diteliti., dan begitu juga dengan analisis masalah,  analisis sebuah masalah akan kokoh dan  kuat landasannya jika mendasarkan diri pada hasil telaahan kepustaka.

0 komentar:

Poskan Komentar