JASA ADMINISTRASI BP BK MURAH HUBUNGI KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

PROGRAM-PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH (SMP)

 PROGRAM-PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH (SMP)


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini



A.      Rasionel
            Upaya pengembangan manusia tidak lain adalah upaya mengembangkan segenap potensi yang ada pada diri manusia secara individu dalam seluruh dimensi kemanusiaanya agar dirinya menjadi manusia yang seimbang antara kehidupan individu dan sosialnya.
            Bimbingan Konseling sebagai bagian yang terpisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan merupakan upaya yang memungkinkan peserta didik mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungan secara positif dan dinamis, serta mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuia dengan peran yang diinginkannya dimasa depan
            Dalam pasal 27 Peraturan pemerintah Nomor 29 tahun 1990 menegaskan bahwa Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.
            Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimasukkan agar pserta didik mengenal lingkungan secara obyektif, baik lingkungan social maupun lingkungan fisik, dan menerima berbagai lingkungan itu dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan mengenal lingkungan social dapat menunjang proses penyesuaian peserta didik dan memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan.
Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok  agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial,bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui  berbagai  jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Dalam  proses  pendidikan, peserta didik sebagai subjek pendidikan tidak  terlepasdari berbagai permasalahan, diantaranya:
1.        Masalah belajar, seperti motivasi belajar kurang, prestasi belajar rendah,ketika menghadapi ujian, kesulitan dalam pengaturan belajar, dan sebagainya.
2.        Masalah keluarga, seperti masalah keluarga yang tidak harmonis, keluargaretak, orang tua yang terlalu menuntut, menekan, otoriter, dan sebagainya.
3.        Masalah sosial pribadi, seperti konflik dengan sesama siswa maupun konflikdengan diri  sendiri, penolakan diri, rendah diri dan sebagainya.
4.        Masalah karier, seperti penjurusan bidang studi, pekerjaan yang diminati,dan sebagainya. Sehubungan dengan hal tersebut  maka diperlukan penyusunan program bimbingan dan konseling  yang  mewadahi seluruh  kegiatan bimbingan dan konseling yang  akan diberikan kepada peserta didik dalam rangka mengembangkan potensi yang dimilikinya. Penyusunan program bimbingan dan konseling hendaknya merujuk pada pedomankurikulum dan berdasarkan kondisi objektif yang berkaitan dengan kebutuhan nyatadi sekolah, yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Sehinggaprogram yang dilaksanakan merupakan program yang realistik dan layak untukdiimplementasikan dan dapat mengembangkan potensi siswa SMP Agum Sejahtera secara optimal.
            Bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya, baik
Sedangkan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan disekolah tiada lain adalah untuk menunjang pengembangan potensi para siswa secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu, agar layanan bimbingan dan konseling dapat menunjang secara penuh perkembangan siswa, maka layanan itu harus diselenggarakan secara professional, dengan berpedoman kepada rambu-rambu tertentu, yang dituangkan dalam program yang lengkap
,sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

B.       Landasan Hukum
Adapun dasar pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMP Agum Sejahteraadalah sebagai berikut:
1.        Undang-undang RI Nomor: 20 tahun 2003, Bab II tentang dasar, fungsi dan tujuan pendidikan Nasional
2.        Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar
3.        Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
4.        Keputusan bersama No. 0433 tahun 1993 dan No. 25 Tahun 1993 tentang istilah Bimbingan dan Konseling
5.        Pedoman Bimbingan dan Konseling SMP
6.        Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling SMP
7.        Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2010 tentang Guru.
8.        Peraturan Pemerintah Mendiknas Nomor: 27/Mendiknas/2010, tentang Standar Kualifikasi Akedemik dan Kompetensi Konselor
9.        Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal Tahun 2007 se- Indonesia.
10.    SK Kepala SMP Agum Sejahtera tantang pembagian tugas guru BK dan jumlah siswa asuh tahun pelajaran


C.      Visi dan Misi
Visi          : Membentuk kehidupan siswa yang disiplin, mandiri, berkembang, berprestasi dan memiliki akhlak mulia.

Misi :
1.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman diri sebagai pribadi yang beriman.
2.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman potensi bakat dan minat siswa.
3.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam kehidupan sehari-hari yang efektif dan mandiri sesuai dengan potensi diri.
4.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pemahaman lingkungan sosial.
5.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa di dalam proses pembelajaran.
6.        Melaksanakan pelayanan bimbingan siswa dalam pengambilan keputusan dan merencanakan masa depan dan karir yang berprestasi.

D.      Deskripsi Kebutuhan
     Intrumen dan format  yang  digunakan mencakup dalam kegiatan layanan maupun kegiatan administrasi adalah dengan menggunakan  tes Inventori Tugas Perkembangan maupun data hasil pemeriksaan psikologis yang telah dilaksanakan  kepada  seluruh peserta didik.  Sebagai dasar untuk penyusunan program layanan bimbingan dankonseling yang berbasis tugas-tugas perkembangan,  maka dilakukan langkah-langkah identifikasi dan evaluasi kebutuhan  secara rasional melalui layanan yang sifatnya  demand  supplier yang  berlaku umum untuk seluruh peserta didik sedangkan langkah identifikasi dan evaluasi kebutuhan secara empiris  (need asessment) ditempuhmelalui pengisian sejumlah kuesioner  untuk menganalisis kebutuhan nyata pesertadidik sehingga layanan diharapkan akan efektif karena sifatnya demand driven.
Hasil tes Inventori Tugas Perkembangan (ITP) yang dilaksanakan di kelas VII, VIII,dan IX menunjukan beberapa aspek perkembangan yang masih rendah dan perlubimbingan untuk mengembangkannya. Berdasarkan hasil tes Inventori TugasPerkembangan tersebut dapat digambarkan bahwa pencapaian tugas-tugas perkembangan peserta siswa SMP Agum Sejahterameliputi :


Rata-rata hasil analisis Siswa SMP Agum Sejahtera:
No
Aspek Perkembangan

Skor

Keterangan
1
Landasan hidup religius
3.5982

2
Landasan perilaku etis
3.6713

3
Kematangan emosional
3.7194

4
Kematangan intelektual
3.7435

5
Kesadaran tanggung jawab
3.7846

6
Peran sosial sebagai pria atau wanita
3.8617

7
Penerimaan diri dan pengembangannya
4.098

8
Kemandirian perilaku ekonomis
3.7539

9
Wawasan dan persiapan karir
3.96410

10
Kematangan hubungan dengan teman sebaya
4.189


.           Berdasarkan Hasil analisis tingkat pencapaian tugas perkembangan Siswa yang dilakukan Pada Siswa SMP Agum Sejahtera, didapatkan Hasil sebagai berikut :
            Tiga tertinggi pencapaian kematangan hubungan Baru Teman sebaya 4.18983.78%, Penerimaan Diri Dan pengembangannya 4.0981.8%, Wawasan persiapankarir 3.96479.28%
Tiga Terendah Landasan Hidup keagamaan 3.59871.96%, Landasan therapy terapi etis 3.67173.42%, Kematangan intelektual 3.71974.38%.
Dari tabel di atas dapat di lihat bahwa pencapain tugas perkembangan pada  aspek landasan hidup religius siswa SMP Negeri 3 Bandung rata-rata baru mencapai 3.598 atau sekitar 71.96 % dari yang seharusnya dicapai oleh anak SMP. Aspek landasan perilaku etis rata-rata baru mencapai 3.671 atau sekitar 73.42 % dari hasil yang diharapkan dapat dicapai.  Dan aspek kematangan  intelektual  rata-rata  siswa  baru mencapai skor 3.719 atau sekitar 74.38 % dari hasil yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa SMP.Berdasarkan pada hasil anilisis tugas perkembangan tersebut maka pelaksaan bimbingan dan konseling bagi siswa  SMP Negeri 3 Bandung  mengacu pada tiga aspek perkembangan terendah dari hasil analis.  Dengan harapan bahwa program yang dibuat membantu siswa  SMP Agum Sejahtera  dapat  mencapai  tuggas-tugas perkembangannya  secara optimal.
E.       Tujuan
Sejalan dengan perkembangan konsep bimbingan dan konseling, maka tujuan bimbingan dan konseling pun mengalami perubahan dari yang sederhana sampai ke yang lebih komprehensif. Adapun tujuan bimbingan dan konseling yaitu: Secara umum tujuan dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah agar siswa dapat:
1.        Mengenal arti dan tujuan ibadah
2.        Mengenal alasan perlunya mentaati aturan atau norma yang berlaku
3.        Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan permasalahan
Sedangkan tujuan khusus bimbingan dan konseling dirumuskan dalam bentukkompetensi-kompetensi yang dikembangkan dengan menggunakan hasil penyebaran ITP (Inventory Tugas Perkembangan) adalah sebagai berikut:
1.        Landasan hidup religious
a.     Siswa meyakini bahwa agama adalah sebagai pedoman hidup
b.    Siswa mampu untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadapTuhan dalam kehidupan sehari-hari
c.     Siswa mampu mentaati nilai-nilai yang terkandung dalam agama
d.    Siswa dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan aturan yang berlaku

2.        Landasan Perilaku Etis
a.     Siswa mampu bersikap sopan dan santun
b.    Siswa mampu mentaati segala peraturan yang berlaku di lingkungannnya
c.     Siswa mampu saling menghormati dengan orang lain

3.        Kematangan Intelektual
a.     Siswa mampu bersikap rasional dalam mengambil suatu keputusan
b.    Siswa mampu membedakan antara hak dan kewajiban
c.     Siswa mampu membedakan antara yang benar dan salah
d.    Komponen Programa.

F.       Komponen Program
Dari tujuan diatas maka dapat ditetapkan aktivitas –aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan kedalam komponen – komponen program. Seperti :


1.      Layanan Dasar ( layanan terprogram )
Upaya pemahaman, fasilitasi, penyesuaian, pencegahan, pemeliharaan, dan pengembangan. Seperti Focus upaya pemahaman dan pemeliharaan Konseling membantu siswa agar :
a.       Siswa/siswi memiliki kesadaran diri dalam mengenal dan menggambarkan dirinya, baik melalui penampilan, sikap, maupun sifat/karakternya.
b.      Siswa/siswi mampu menghargai orang lain.
c.       Siswa/siswi mampu memiliki rasa tanggung jawab
d.      Siswa/siswi mampu bersosialisasi dengan baik.

2.      Layanan Responsif (layanan segera / idential)
Layanan responsive adalah layanan yang diperluka oleh sebagian siswa/siswi karena mengalami hambatan atau masalah baik dari dalam dirinya sendiri maupun lingkungannya / luar dirinya sebagai upaya perbaikan, penyembuhan, pemeliharaan, dan penyesuaian kembali. Seperti Focus upaya perbaikan dan penyesuaian kembali:
a.       Siswa/siswi yang menunjukan prestasi belajar rendah.
b.      Siswa/siswi yang mengalami goncangan diri yang terjadi secara tiba – tiba dan mempengaruhi absensi.
c.       Siswa/siswi yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas –tugas sekolah.
d.      Siswa/siswi yang mengalami kesulitan dalam memiliki keterampilan.

3.      Perencanaan Individual
Layanan perencanaan individual adalah layanan yang ditujukan untuk memfasilitasi siswa/siswi dalam menetapkan keputusan yang bermakna dalam karier, sebagai upaya fasilitasi, penyaluran, pengadaptasian, dan penyesuaian. Seperti Focus pengembangan:
a.       Mengembangkan kemampuan siswa/siswi dalam menganalisis kekuatan dan kelemahan dalam dirinya.
b.      Mengembangkan kemampuan siswa/siswi dalam merencanakan penyelasaian tugas akademik.
c.       Mengembangkan kemampuan siswa/siswi dalam mengenali dan mencari bakat/keterampilan yang berada di dalam dirinya.
d.      Mengembangkan kemampuan siswa/siswi dalam menghadapi masalah dan goncangan dalam kehidupannya.

4.      Dukungan Sistem
Dukungan system merupakan upaya memfasilitasi terselenggaranya layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking), (b) kegiatan manajemen, (c) riset dan pengembangan.
a.         Pengembangan Jejaring (networking)
Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru, (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat, (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah, (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli, (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling, dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling.
b.        Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan:
1)      Pengembangan Profesionalitas
Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training, (b) aktif dalam organisasi profesi, (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah; seperti seminar dan workshop (lokakarya), atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana).
2)      Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi
Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru, orang tua, staf Sekolah/Madrasah lainnya, dan pihak institusi di luar Sekolah/ Madrasah (pemerintah, dan swasta) untuk memper-oleh informasi, dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para konseli, menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan konseli, melakukan referal, serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/ Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah, (2) instansi swasta, (3) organisasi profesi, seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait, seperti psikolog, psikiater, dokter, dan orang tua konseli, (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling), dan (6) Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan).
3)      Manajemen Program
Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara, dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah.

c.         Strategi Dukungan Sistem
1.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Agum Sejahtera di bagi dari 3 bagian yaitu :
a.       Dilihat dari populasinya berjumlah 356 siswa
b.      Dilihat dari segi substansinya layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :
1)      Bimbingan pribadi
2)      Bimbingan Social
3)      Bimbingan  Belajar
4)      Bimbingan  Karier/ pekerjaan
c.       Dilihat dari segi layanan bimbingan dan konseling dibagi menjadi 7 layanan yaitu :
1)      Layanan orientasi
2)      Layanan informasi
3)      Layanan penempatan dan penyaluran
4)      Layanan pembelajaran
5)      Layanan konseling individual
6)      Layanan konseling kelompok
7)      Layanan bimbingan kelompok
    Dilengkapi dengan 5 satuan pendukung yaitu :
1)      Alih tangan kasus
2)      Kunjungan rumah (home visit)
3)      Pengayaan dan perbaikan
4)      Konferensi kasus
5)      Instrumentasi bimbingan dan konseling

Layanan bimbingan dan konseling ini disesuaikan dengan tujuan dan sasaran layanan bimbingan serta karakteristik perkembangan siswa dalam aspek pribadi, social, pembelajaran dan karier. Selain itu juga dapat diperhatikan kebutuhan siswa dari masing – masing tingkat kelas.

G.      Rencana Operasional
Rencana kegiatan yang diperlukan untuk menjamin program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien
1.      Persiapan
a.       Penyusunan Prosata Jenjang (termasuk Program & Alokasi waktu)
b.      Pembuatan Program Satuan Pelajaran (termasuk LKS)
c.       Penyediaan Fasilitas (ruang BK, meja dan kursi, lemari, papan tulis, dsb)

2.         Pengumpulan Data
a.       Observasi (individual dan kelompok)
b.      Interview (langsung dan tidak langsung)
c.       Angket (siswa dan orang tua)
d.      Tes Psikologis (kemampuan, bakat, minat, dsj)
e.       Hasil Prestasi Belajar (nilai ulangan, nilai raport)
f.       Daftar kehadiran dan absensi
g.      Laporan kasus (dari Guru, orang tua, teman, dsb

3.      Layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan
a.       Layanan Orientasi
b.      Layanan Informasi
c.       Layanan Bimbingan Penetapan dan Penyaluran
d.      Layanan Bimbingan Belajar, Karir, Pribadi, Sosial
e.       Layanan Bimbingan Kelompok/Klasikal
f.       Layanan Konseling Individual
g.      Layanan Konseling Kelompok

4.        Konsultasi
a.       Guru-guru (formal atau informal)
b.      Orang tua (panggilan dari sekolah atau kunjungan ke rumah)
c.       Psikolog/Psikiater/Dokter, dsb (sifatnya referal)

5.       Pertemuan / Rapat
a.       Rapat rutin Bidang BK
b.      Kegiatan Sanggar
c.       Pertemuan Guru BK antar jenjang

6.      Pelatihan / Penataran
Dengan tujuan meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan Guru BK.

H.      Tema dan Topik
Berdasarkan data-data yang didapatkan dari hasil dari penyebaran inventori tugasperkembangan siswa membutuhkan materi-materi layanan bimbingan sebagai berikut :
No
TUGAS PERKEMBANGAN
MATERI YANG DIKEMBANGKAN
1
Landasan Hidup Religius
a.       Pengembangan sikap dalam meyakini agama yangmerupakan pedoman hidup
b.      Pengembangan pengetahuan tentang ilmu agama
c.       Pengembangan sikap dalam mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupansehari-hari

2
Landasan Perilaku Etika
a.       Pengembangan sikap sopan dan santun
b.      Pengembangan sikap mentaati segala peraturan yang berlaku di lingkungannnya
c.       Pengembangan sikap saling menghormati dengan orang lain
3
Kematangan Intelektual
a.       Siswa mampu bersikap rasional dalam mengambil suatu keputusan
b.      Siswa mampu membedakan antara hak dan kewajiban
c.       Siswa mampu membedakan antara yang benar dan salah






























0 komentar:

Poskan Komentar