JASA ADMINISTRASI BP BK MURAH HUBUNGI KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Contoh Satlan Di Mediasi

Contoh Satlan Di Mediasi


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini



Layanan Mediasi

 layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua  pihak atau lebih yang sedang keadaan yang tidak menemukan kecocokan. Berdasarkan makna ini, layanan mediasi juga berarti layanan atau bantuan terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan bermusuhan.
Layanan mediasi bertujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien atau pihak-pihak yang bertikai atau bermusuhan. Dengan perkataan lain agar tercapai hubungan positif dan kondisif diantara siswa yang sedang bermusuhan
Layanan mediasi bertujuan agar terjadi perubahan atas kondisi awal yang negatif (bertikai atau bermusuhan) menjadi kondisi baru (kondusif dan bersahabat)   dalam hubungan antara dua belah pihak yang bermasalah. Terjadinya perubahan kondisi awal yang cenderung negatif kepada kondisi yang lebih positif.
Layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak (lebih) yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan menjadikan mereka saling berhadapan, saling bertentangan, saling bermusuhan. Pihak-pihak yang bermusuhan itu jauh dari rasa damai, bahkan mungkin berkehendak saling menghancurkan. Keadaan yang demikian itu akan merugikan dua pihak (atau lebih). Dengan layanan mediasi konselor berusaha mengantar atau membangun hubungan diantara mereka, sehingga mereka menghentikan dan terhindar dari pertentangan lebih lanjut yang merugikan semua pihak.










SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    Topik Permasalahan/Bahasan  : Membantu Mengkomunikasikan Rencana Karir Siswa
  dengan Pihak Keluarga
B.     Bidang Bimbingan                  : Karir
C.     Jenis Layanan                          : Layanan Mediasi
D.    Fungsi Layanan                       : Pemahaman dan Pengentasan
E.     Tujuan Layanan                      : Orang Tua siswa memiliki pengertian akan kebutuhan
  Yang sesuai dengan potensi yang dimiliki anaknya.
F.      Sasaran Layanan                     : Siswa
G.    Uraian kegiatan                       :
- Persiapan                             
·         Menyiapkan topik yang akan dibahas.
            - Kegiatan Awal
·         Menyampaikan topik yang akan diberikan.
            - Kegiatan Inti
·         Membahas masalah yang dihadapi tersebut untuk mencapai pemahaman dan mencapai pengatasan masalah tersebut.
H.    Metode                                    : Ceramah, Tanya Jawab dan Diskusi
I.       Tempat penyelenggaraan        : Rumah siswa yang bersangkutan
J.       Tanggal                                   : 12 Desember 2013
K.    Penyelenggara layanan            : Guru BK
L.     Pihak yg disertakan dan
Peranannya masing-masing     : Guru BK memberikan layanan informasi kepada pihak
                                                  Orang Tua siswa mengenai jalan pengembangan karir
  dan pekerjaan yang sesuai dengan potensi yang
  dimiliki oleh anak yang bersangkutan.
M.   Alat/Kelengkapan                   : -
N.    Penilaian dan Tindak Lanjut   : Mengamati dan Menilai pemahaman orang tua
  individu yang bersangkutan.
O.    Kaitan ke satlankung lain        : Kunjungan Rumah
P.      Catatan khusus                        : -
DIALOG 1 :
PK       :Silakan masuk Pak! (sapa Konselor pada Pak Jhon)
             ……………..?(wajah penuh Tanya Konselor menatap Siswa X danSiswa Y)
Jhon     : ini….ada anak berkelahi, tolong diatasi.
PK       : Oh..iya! Waah……………..Ok,silakan masuk!
Jhon     : Pak lanjut aja ya,saya masih ada tugas dari Bapak Kepala Sekolah
PK       : Ok..Pak,terimakasih atas bantuannya.
(lantas) Siswa XSiswa Y,..yuk….kita cerita-cerita di dalam aja ya..!
(sambil merangkul keduanya dikanan dan kiri,menyodorkan 2 kursi disebelah kursi Konselor)
Naah..silahkan duduk.
AK      : (serentak) ”Terimakasih Pak”
                          Siswa X        : dia yang salah Pak,dia yang mulai
                          Siswa Y        : Bukan Pak,dia yang duluan mengejek! nama orangtua lagi.
PK       : Lho….? kalau dua-duanya salah,lantas ……….?
AK      :
  Siswa X        : kan kau yang terus main pukul,ini….apa nggak(sambil     tangannya yg bengkak) dan seperti menahan rasa sakit).
  Siswa Y        : Iya kok kau ejek nama orangtua,…..ya aku nggak terima.
PK       : Wah…wah…wah, jiwa mudanya……………….! tadi kan Bapak bilang, Kita  mau cerita-cerita.
Sekarang tenang dulu,biar kita coba jernihkan masalahnya.
AK      : (serentak) Iya.. Pak!
PK       : Kalau kalian sudah siap,mari kita lihat duduk persoalannya.Bapak kan nggak tau,jadi kalaian harus ceritakan kejadian sebenarnya, biar kita cari penyelesaian yang adil.OK…?sepakat?
            Sekarang Siswa X,….bisa cerita awal mulanya?
AK      :
Siswa X        : begini Pak, saya lagi main-main, kan istirahat Pak, jadi saya buka foto di HP, langsung si...., bilang “ayah kau ya Siswa X”? ku jawab,iya!Terus dia bilang “ (menyebut nama orang tua) ,nama orang atau jin”?
            Nggak sadar lagi saya Pak,saya pukul tangannya,tapi nggak kuat kok Pak!
PK       : Gini ya nak ya…!kalian kan satu Sekolah,kelasnya pun bersebelahan.
            Menurut kalian berdua perbuatan kalian tadi baik apa nggak?
AK      (Siswa y  duluan menanggapi) ya nggak sih Pak,saya aja nyesal kok bisa itu kejadiannnya.
                        (lantas Siswa X Unjuk bicara) Nggak baik,Pak,tapi sakit juga ini, padahal biasanya kami berteman, saya heran kok si Y bisa gitu.
PK       : Kalian berdua bisa menyadari,dan itu yang paling penting,karena dengan itu Kita bisa menemukan jalan keluar.Kalau sudah begitu,apa kira-kira kalian mau damai?
AK      : (dimulai dari Siswa X),ya sudah lah Pak,damai aja penting jangan ulang lagi.
                        (Siswa y) saya juga Pak,saya mau damai saja,nanti kalau perlu biaya pengobataan biar saya yang tanggung.
(sambil menjabat tangan Siswa X), Siswa X! Aku minta maf ya,pokoknya nggak akan kejadian lagi.
(Siswa X) Iya ya tapi jangan ulang lagi!Sekarang kau traktir aku minum.
PK       : Bapak sangat senang sekali hari ini,karena kalian bisa damai.Ternyata kalian berjiwa besar,bisa memafkan kesalahan teman.Kalau begitu ada baiknya Kita tuliskan kejadian hari ini.(sambil membuka buku Rekaman Kasus,guru mengisi dan menyuruh Siswa X dan Siswa Y membubuhkan tanda tangan)
            Ok..?
AK      : Iya Pak!
PK       : Siswa X dan Siswa Y,pertemuan Kita pagi ini menjadi pelajaran bagi kalian agar dalam menyelesaikan setiap permasalahan,tidak terburu-buru, menggunakan pikiran jernih dan cobalah untuk membiasakan diri menganggap semua siswa di Sekolah ini adalah teman.
            Bapak kira pertemuan Kita kali ini cukup,dan Bapak akan dengan senang hati membantu apabila lain kali kalaian punya masalah.Sekarang kalian kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
AK      : Baik pak,terimakasih,Assalamu “alaikum
PK       : wa ‘alaikum salam(sambil mengikuti Siswa X dan Siswa Y menuju pintu keluar)
DIALOG 2 :
Guru BK         : Assalamu’alaikum
Orang Tua       : Wa’alaikum Salam. Ada perlu Apa ya?
Guru BK         : Saya dari sekolah anak anda ingin menyampaikan suatu hal.
Orang Tua      : Oh ya. Silahkan Pak. Hal apa yang ingin Bapak sampaikan?
Guru BK         : Begini, sebelumnya saya telah mewawancarai anak Ibu dalam suatu
pertemuan karena menurut informasai dari para guru anak Ibu tidak konsentrasi dalam belajar dan perhatiannya sering teralihkan.
Orang Tua      : Loh kok bisa begitu memangnya anak saya punya suatu masalah?
Guru BK         : Menurut pengakuan yang di ungkapkan oleh anak Ibu dalam wawancara yang telah dilaksanakan kemarin, anak Ibu merasa bingung karena katanya Ibu menginginkan agar anak Ibu menjadi seorang dokter yang ahli, sedangkan anak Ibu tidak memiliki minat dan bakat dalam hal medis sedangkan menurut pengakuannya Ibu sering menekankan agar anak tersebut menjadi dokter dan ingin dipindah sekolahkan, hal tersebut cukup mempengaruhi kegiatan belajar anak Ibu sehingga nilainya mulai menunjukkan penurunan pada banyak mata pelajaran.
Orang Tua       : Tapi kami menganggap profesi dokter btersebut prospek kedepannya sangat bagus Pak dari pada menjadi seorang yang ahli dalam komputerisasi.
Guru BK         : Memang benar apa yang ibu katakan jika dilihat dari keadaan di masa depan profesi tersebut memang menguntungkan, tapi kesuksesan seseorang juga dipengaruhi oleh rasa penjiwaan seseorang terhadap profesi tersebut.
Orang Tua       : Maksudnya?
Guru BK         : pada saya memberikan layanan konsultasi kepada anak ibu, saya menanyakan tentang ketertarikan yang dimiliki oleh anak ibu terhadap profesi tersebut dan potensi yang dimilikinya.
Orang Tua       : lalu ia bilang apa?
Guru BK         : anak ibu mengatakan ia merasa lebih tertarik menjadi seorang wirausahawan dalam bidang penjualan dan jasa seperti perbaikan dan penjualan komputer dan komponen – komponennya, selain itu saat ini anak ibu sudah kelas XI yang berarti sudah setengah jalan, jika dipindah sekolahkan tentu akan merugikan baik dari segi finansial maupun pengetahuan yang dimiliki oleh anak ibu menjadi setengah-setengah.
Orang Tua       : kalau Cuma masalah finansial kami tidak masalah kok.
Guru BK         : jika hal tersebut memang tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah potensi atau bakat yang tidak tersalurkan dengan tepat karena sesuai kasus yang pernah terjadi dan telah dibuktikan oleh para ilmuan, anak-anak yang memiliki bakat tertentu namun tidak tersalurkan dengan tepat akan menimbulkan kegagalan pada anak yang bersangkutan terutama pada karir yang digelutinya tersebut.
Apakah ibu ingin anak anda menjadi seperti itu?
Orang Tua       : tentu tidak pak.
Guru BK         : nah untuk itulah saya kesini untuk memberikan pengertian kepada ibu untuk mengerti dan memahami kebutuhan ibu, kemarin setelah dilaksanakannya wawancara anak ibu ingin menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Jadi saya merekomendasikan agar anak ibu tetap fokus pada karirnya saat ini dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik serta jika ingin menjadi lebih ahli pada bidangnya tersebut sebaiknya melanjutkan studi ke lembaga pendidikan yang lebih fokus pada bidang tersebut.
Orang Tua       : lalu apa yang harus kami lakukan pak?
Guru BK         : jika dilihat pada keadaannya yang seperti ini, maka sebaiknya ibu membiarkan anak tersebut melangkah sesuai aliran yang sesuai dengannya. Ijinkan ia untuk menjadi sukses sesuai dengan bakat dan minat yang ia miliki.
Orang Tua       : lalu apakah anak kami mengetahui kalau bapak datang kesini untuk membicarakan masalah ini?
Guru BK         : sudah, bahkan anak ibu sangat mengharapkan melalui kegiatan ini ibu mengerti akan kebutuhannya.
Orang Tua       : lalu anak kami di mana sekarang?
Guru BK         : menurut jadwalnya ia sedang mengikuti ulangan, tapi sebentar lagi pasti pulang karena saya sudah mengatakan kepadanya untuk datang ketika saya kesini.
Orang Tua       : oh.. nah itu dia datang. (siswa yang bersangkutan datang dari sekolah)
Siswa                           : oh ternyata ibu sudah bertemu dengan guru BK saya di sekolah
Orang Tua       : nak apa benar kamu ingin menjadi wirausahawan yang sukses dan tidak tertarik dengan dunia pengobatan?
Siswa              : oh berarti bapak guru BK telah mengatakan semuanya pada ibu ya... memang benar tapi menjadi seorang teknisi komputer juga merupakan bidang pengobatan mesin atau sistem komputer.
Orang Tua       : iya... tapi apakah kamu sudah memikirkan dengan baik tentang rencana karirmu?
Siswa              : setelah saya berkonsultasi kepada bapak guru BK saya telah mendapatkan sedikit pencerahan dan semakin meyakinkan saya untuk menjadi orang yang benar-benar ahli pada bidang tersebut.
Orang Tua       : baiklah kalau memang itu yang lebih tepat denganmu apa boleh buat, selain itu setelah mendengarkan sedikit informasi yang disampaikan oleh bapak guru BK tadi ibu menjadi mengerti dengan apa yang sebenarnya yang kamu butuhkan.
Siswa                           : wah baguslah kalau begitu.
Guru BK         : bagaimana sekarang perasaanmu?
Siswa                           : saya menjadi lebih baik lagi pak.
Guru BK         : bagaimana apakah ibu bersedia memberikan kebebasan kepada anak ibu untuk memilih jalan yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya?
Orang Tua       : ya.. pak. Apapun yang terbaik untuknya.
Guru BK         : baguslah kalau begitu saya rasa pertemuan hari ini cukup sampai disini, saya permisi dulu buk..
Orang Tua       : Silahkan Pak.
Guru BK         : Selamat Siang
Ortu & Siswa  : Siang.


0 komentar:

Poskan Komentar