JASA ADMINISTRASI BP BK MURAH HUBUNGI KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Fungsi PTK Media Pembelajaran

Fungsi PTK Media Pembelajaran

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


Beberapa fungsi media pembelajaran adalah : (1) Pemusat perhatian siswa; (2) Menggugah emosi siswa; (3) Membantu siswa memahami materi pembelajaran; (4) Membantu siswa mengorganisasikan informasi; (5) Membangkitkan motivasi belajar siswa; (6) Membuat pembelajaran menjadi lebih konkret; (7) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra; (8) Mengaktifkan pembelajaran; (9) Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru; dan (10) Mengaktifkan respon siswa.
10  fungsi media pembelajaran
10 fungsi media pembelajaran
Uraian dari setiap fungsi media pembelajaran di atas adalah sebagai berikut:

Pemusat perhatian siswa

Media pembelajaran dapat berfungsi dengan baik sebagai pemusat perhatian siswa. Apalagi jika media pembelajaran itu bersifat menarik. Guru IPS dapat menarik perhatian siswa misal dengan hanya menempel peta di papan tulis saat akan memulai pembelajaran. Siswa akan selalu terpusat perhatiannya kepada hal-hal baru yang ditunjukkan atau dibawa oleh guru ke dalam ruang kelas. Jadi jangan ragu untuk selalu menggunakan media pembelajaran.

Menggugah emosi siswa

Emosi siswa terhadap suatu hal (dalam hal ini materi pembelajaran) dapat dengan mudah digugah dengan menggunakan media pembelajaran. Misalnya saja, mereka dapat dengan cepat bersimpati dengan orang yang memiliki kekurangan fisik dengan hanya menonton video singkat tentang seorang cacat yang harus dapat melakukan beragam kegiatan sehar-hari secara mandiri. Dengan media pembelajaran serupa kita dapat membuat siswa mencintai lingkungan dan peduli dengan kelestarian alam sekitar.

Membantu siswa memahami materi pembelajaran

Jika guru ingin menggunakan media pembelajaran dan berhasil efektif, maka guru harus memilih media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang sesuai akan membantu siswa memahami materi pembelajaran yang sedang dibelajarkan.

Membantu siswamengorganisasikan informasi

Berbagai media pembelajaran seperti tampilan power point yang dirancang dengan sungguh-sungguh, menyajikan grafik atau bagan-bagan, atau diagram, dapat membantu siswa mengorganisasikan materi pembelajaran dengan lebih mudah. Guru dapat menyajikannya dengan menambahkan pula simbol-simbol khusus sehingga memperkuat retensi (daya ingat) siswa.

Membangkitkan motivasi belajar siswa

Guru yang menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membuat suasana kelas lebih hidup. Salah satu penyebabnya adalah karena media pembelajaran mempunyai fungsi penting yaitu sebagai pembangkit motivasi belajar. Siswa akan termotivasi untuk belajar bila guru mengajar di kelas mereka dengan menggunakan beragam media pembelajaran yang sesuai.

Membuat pembelajaran menjadi lebih kongkret

Banyak konsep-konsep abstrak yang harus dipelajari oleh siswa kita di kelas. Cara termudah untuk menyajikan sesuatu yang abstrak adalah dengan membantu mereka mengkongkretkannya melalui media pembelajaran. Pembelajaran yang abstrak sukar untuk ditangkap, berbalikan dengan pembelajaran yang lebih kongkret.

Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra

Banyak peristiwa, konsep, atau objek yang harus dipelajari oleh siswa tetapi untuk menyajikannya secara langsung tidaklah mudah (bisa). Misalnya saja, jika guru ingin membawa siswa kepada masa-masa perang dunia ke-2 berkecamuk, maka guru dapat menyajikannya dengan media pembelajaran. Banyak video-video dokumentasi tentang perang dunia ke-2 ini tersedia di internet. Dengan menampilkannya di kelas pada saat pembelajaran, keterbatasan ruang dan waktu dapat diatasi. Pun jika misalnya guru ingin menyampaikan bagaimana bentuk seekor amuba yang sedang mengambil makanan, tentu hanya dengan menggunakan media pembelajaranlah tujuan ini dapat dicapai.

Mengaktifkan pembelajaran

Dijamin, penggunaan media pembelajaran akan mengaktifkan pembelajaran di kelas. Apalagi media pembelajaran yang dipilih dapat mengaakomodasi banyak siswa dan memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengannya. Pembelajaran yang aktif terbentuk ketika siswa-siswa dapat berinteraksi tidak hanya dengan guru atau dengan siswa lainnya, tetapi juga dengan media pembelajaran.

Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru

Banyak guru seringkali terbawa suasana mengajar yang berpusat pada guru.Ini bukan berarti pembelajaran berpusat pada guru tidak baik. Akan tetapi pembelajaran, apabila melulu dilaksanakan dalam setting berpusat pada guru akan mengakibatkan kebosanan pada diri siswa. Media pembelajaran yang digunakan guru pada saat mengajar dapat mencegah guru untuk selalu terbawa pada kemungkinan ini, apalagi guru dengan cermat memilih media pembelajaran yang memungkinkan orientasi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Mengaktifkan respon siswa

Banyak siswa malas merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru karena guru monoton dan pembelajaran selalu begitu-begitu saja. Pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai tujuan pembelajaran dapat mengatasi hal ini. Siswa akan memberikan respon positif terhadap / selama proses belajar mengajar berlangsung.
Di sini silakan Anda mendownload beberapa file yang disediakan secara gratis melalui beberapa file hosting. Sekali lagi semuanya gratis!
DOWNLOAD file yang mungkin Anda butuhkan:
Jurnal Penelitian Pendidikan:
  1. PENGEMBANGAN MATERI DAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS MEDIA DAN BERKONTEKS LOKAL SURAKARTA DALAM MENUNJANG KTSP
  2. PENGEMBANGAN MEDIA KOMPUTER PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA DAERAH POKOK BAHASAN AKSARA JAWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SIDOARJO 
  3. STRATEGI MENUMBUHKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF YANG BERWAWASAN KEWIRAUSAHAAN 
  4. MODEL PENDIDIKAN BERWAWASAN KEBANGSAAN BAGI ANAK USIA DINI SEBAGAI SARANA INTEGRASI BANGSA 
  5. PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS II SEKOLAH DASAR 
  6. PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITIORI, VISUAL DAN INTELEKTUAL) PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI KUTAWARU 04 KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2009-2010 
  7. PENERAPAN STRATEGI MODELING PARTISIPAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT  
  8. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA RINGAN SLB PEMBINA MALANG 
  9. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Metode Active Learning pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas 2/B MI Islamiyah Geluran Taman Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009-2010 
  10. Upaya Meningkatkan Proses Belajar dan Hasil Belajar Fiqih melalui Pendekatan Active Learning pada Siswa Kelas III MINU Pucang Sidoarjo 
  11. Penggunaan Kartu Tagihan Hafalan Qunut sebagai Upaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih Siswa Kelas 2 MI Geluran Taman Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009/2010  
  12. Penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Fiqih di MI NU KH. Mukmin Sidoarjo  
  13. PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS II SEKOLAH DASAR 
  14. Penerapan Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih Kelas V di MINU KH. Mukmin Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009/2010  
  15. Peningkatan Motivasi Menghafal Surat Pendek Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan Media Audio Visual pada Kelas II MI Al-Hikmah Buduran Sidoarjo 
  16. Upaya Peningkatan Aktifitas Belajar Melalui PendekatanContextual Teaching and Learning pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Asma’ul Husna Kelas IV Semester II di MINU Pucang Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009 – 2010  
  17. Upaya Peningkatan Keterampilan Berargumentasi Pendidikan Agama Islam dengan Metode Two Stay Two Stray pada Siswa Kelas XI di SMA Al-Muniroh Ujung Pangkah Gresik 
  18. Penerapan Metode Kooperatif NHT (Numbered Head Together) untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-Qur’an Hadits Siswa-Siswi Kelas IV A SD Darul Ulum Bungurasih 
  19. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE QUIZ TEAM PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI DI SMK NEGERI 1 BOGOR 
  20. Meningkatkan Prestasi Belajar Akidah Akhlak melalui Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division pada Siswa-Siswi Kelas V/b SD Darul Ulum Bungurasih Waru Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009/2010 
  21. Meningkatkan Kompetensi Belajar Membaca Al-Qur’an melalui Metode Uji Performance pada Siswa Kelas III MI Nur Rohman Sambibulu Taman Sidoarjo Tahun Pelajaran 2009/2010 
  22. PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TAI (Team Assisted Individualization) DILENGKAPI MODUL DAN PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENENTUAN DH REAKSI SISWA SMA KELAS XI SEMESTER I 
  23. JUDUL SKRIPSI dengan bentuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas):UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI EVERYONE IS ATACHER HERE (PTK PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KARTASURA) 
  24. PENINGKATANPEMAHAMAN RUMUS GEOMETRI MELALUI PENDEKATAN REALISTIK DI SEKOLAH DASAR 
  25. PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS PENGALAMAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 GATAK KABUPATEN SUKOHARJO MELALUI POLA LATIHAN BERJENJANG 
  26. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) UNTUK MENGATASI HETEROGENITAS KEMAMPUAN SISWA DI KELAS X SMAN 2 BANJARMASIN 
  27. PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITIORI, VISUAL DAN INTELEKTUAL) PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI KUTAWARU 04 KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2009-2010 
  28. PENGEMBANGAN MATERI DAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKAREALISTIK BERBASIS MEDIA DAN BERKONTEKS LOKAL SURAKARTA DALAM MENUNJANG KTSP 
  29. PENERAPAN STRATEGI MODELING PARTISIPAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT 
  30. MODEL PEMBELAJARAN BERKEHIDUPAN BERSAMA LINTAS ETNIK DAN AGAMA 
  31. KONTEKS, ACUAN, DAN PASRTISIPAN DISFEMISME PADA UJARAN SISWA SMP NEGERI 3 UNGARAN 
  32. Efektifitas Konseling Rasional Emotif Dengan Teknik Relaksasi untuk Membantu Siswa Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian
  33. CHARACTER BUILDING: PENGARUH PENDIDIKAN NILAI TERHADAP KECERDASAN EMOSI ANAK 
  34. PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS X RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA

TESIS/SKRIPSI PTK (Penelitian Tindakan Kelas):
  1. MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT KARYA SENI KRIYA KERAMIK MELALUI PENDEKATAN CTL : Penelitian Tindakan Kelas dalam Pembelajaran Seni Budaya di Kelas VII C SMP Negeri 3 Rajagaluh 
  2. PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KONSEP FOTOSINTESIS : Penelitian Tindakan Kelas di SDN Kordon II Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2011/2012 
  3. PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN CIVIC RESPONSIBILITY SISWA KELAS X-4 DI SMAN 1 GEGESIK : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas X-4 SMAN 1 Gegesik Kabupaten Cirebon 
  4. IMPLEMENTASI PERMAINAN GOBAG SODOR TERHADAP KERJASAMA DAN KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN Cijawura 6 Kecamatan Buah Batu Kota Bandung 
  5. PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN WARNA PRIMER : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Tunagrahita Sedang Kelas II SDLB di SLBN Kab Tasikmalaya 
  6.  MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI PERMAINAN MENCARI PASANGAN : Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok A di TK Al-Hidayah 2 Sumedang
  7. PENERAPAN PEMBELAJARAN ORIGAMI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN SIMBOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK : Penelitian Tindakan Kelas di PAUD Baiturrahim Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang 
  8. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI MENGGUNAKAN BAHAN AJAR TAJUK RENCANA (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 19 Bandung Tahun Pelajaran 2011-2012)
  9.  MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN PERAN (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Anak Usia Dini Kelompok A TK Islam Nur Al Rahman di Kecamatan Cimahi Utara Tahun Ajaran 2011/2012)
  10. MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KELERENG DAN STIK ES KRIM ( Penelitian Tindakan Kelas di SDIT Adzkia 1 Kelas II Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi )
  11. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI AJAR MASALAH SOSIAL DI LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE SIMULASI (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Pantiwinaya Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang )
  12. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG OPERASI PENGURANGAN DAN PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PAPAN MAGNETIK DAN DVD BERWARNA (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Patrakomala Kelas IV Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung)
Download contoh-contoh PTK SD melalui link berikut:
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI UMBULWIDODO NGEMPLAK SLEMAN  Halaman DepanBab 1Bab 2Bab 5Lampiran
  • PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 4 TIPARKIDUL AJIBARANG BANYUMAS TAHUN 2011/2012  Halaman DepanBab 1Bab 2Bab 5Lampiran
  • PENINGKATAN PEMBELAJARAN LOMPAT TINGGI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN, SISWA KELAS V SD N NGARGOSARI, NGARGOSARI SAMIGALUH, KULON PROGO Halaman DepanBab 1Bab 2Bab 5Lampiran
  • IMPLEMENTASI PENDEKATAN TAKTIS DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS DI SD NEGERI 3 LURAGUNG LANDEUH KABUPATEN KUNINGAN : Penelitian Tindakan Kelas di SDN 3 Luragung Landeuh – Kabupaten Kuningan:Daftar IsiBab IBab IIBab IIIbab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN PEMBELAJARAN PERMAINAN TARGET (TARGET GAMES) UNTUK MENINGKATKAN WAKTU AKTIF BELAJAR GERAK DASAR MANIPULATIF SISWA : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas III SDN 3 Karanganyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2012/2013: Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TANPA ALAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJAS PADA SISWA KELAS IV SDN CIKAREO KAB. CIANJUR : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN Cikareo Kab. Cianjur: Daftar IsiBab I,Bab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENGGUNAAN BOLA SOFT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN WAKTU AKTIF BELAJAR BERMAIN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS V SDN CISITU II BANDUNG : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas V SDN Cisitu II: Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab V,Daftar Pustaka
  • PENERAPAN MEDIA AUDIO DAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR MELALUI AKTIVITAS SENAM SI BUYUNG : Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas III SD Negeri 1 Pasirgeulis: Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SISWA MELALUI MODIFIKASI ALAT BANTU DAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ATLETIK NOMOR LARI DAN LOMPAT : Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas 4 SDN Sukarasa 4 Bandung: Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR BOLA TANGAN MINI PADA SISWA KELAS IV SDN I COGREG BOGOR : Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas IV SDN 1 Cogreg Kabupaten Bogor: Daftar IsiBab IBab II,Bab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KONSEP FOTOSINTESIS : Penelitian Tindakan Kelas di SDN Kordon II Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2011/2012:Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • IMPLEMENTASI PERMAINAN GOBAG SODOR TERHADAP KERJASAMA DAN KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SDN Cijawura 6 Kecamatan Buah Batu Kota Bandung: Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KELERENG DAN STIK ES KRIM ( Penelitian Tindakan Kelas di SDIT Adzkia 1 Kelas II Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi ): Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI AJAR MASALAH SOSIAL DI LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE SIMULASI (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Pantiwinaya Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang ):Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG OPERASI PENGURANGAN DAN PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PAPAN MAGNETIK DAN DVD BERWARNA (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Patrakomala Kelas IV Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung): Daftar IsiBab I,Bab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERPIMPIN (GUIDED INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MENGENAI DAMPAK GLOBALISASI (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Cisalasih Kelas VI Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat): Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Kelas pada Bab Perkembangan Teknologi di Kelas IV SDN 1 Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon): Daftar IsiBab IBab II,Bab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
  • PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERJUANGAN PARA TOKOH MASA PENJAJAHAN JEPANG (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Cikidang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat): Daftar IsiBab IBab IIBab IIIBab IVBab VDaftar Pustaka
Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu.
PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut.
Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.
Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.
Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.
Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.

0 komentar:

Poskan Komentar