JASA ADMINISTRASI BP BK MURAH HUBUNGI KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Penjelasan Mengenai Silogisme

Penjelasan Mengenai Silogisme 



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini

Atau Cek FB Kami Disini


Penjelasan Mengenai Silogisme Lengkap  - Dalam tes potensial akademik atau dalam soal-soal ujian nasional baik Bahasa Indonesia maupun matematikan sering kita temukan bentuk soal-soal silogisme. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kalimat silogisme???

Silogisme adalah suatu kalimat penalaran yang dibuat dengan menarik kesimpulan dari pernyataan sebelumnya. Silogisme dibentuk dari dua pernyataan yang disebut dengan premis. Pernyataan pertama dikenal sebagai premis mayor atau disebut sebagai premis umum karena menyajikan pernyataan yang berlaku untuk semua. Sedangkan pernyataan kedua disebut dengan premis minor yang bersifat mengkerucut (khusus). Kalimat silogisme yang merupakan kalimat terakhir (ketiga), disimpulkan berdasarkan kalimat premis-premis sebelumnya.

Ahli bahasa membedakan silogisme menjadi tiga kategori:

a. Silogisme Kategoris

Merupakan silogisme yang disusun oleh premis-premis yang menunjukkan suatu pernyatan kategorial. Penyusunan silogisme kategorial dirangkai dari premis umum dan khusus. Premis umum atau premis mayor akan menjadi predikat pada kalimat silogisme, sedangkan premis khusus atau minor merupakan subjek dalam kalimat silogisme.

Contoh:

1. Semua anak mencintai orang tuanya (premis umum/ mayor).

Doni adalah seorang anak (premis khusus/ minor).
Kalimat silogisme (kesimpulan) : doni mencintai orang tuanya.

2. Semua guru mendapat tunjangan profesi.

Diki bukan seorang guru.
Maka kesimpulannya: diki tidak mendapat tunjangan profesi.

Aturan-aturan dalam silogisme kategori:

1) Jika salah satu premis bersifat partikular, maka silogisme juga harus bersifat partikular.

Contoh:
Semua tumbuhan yang berwarna hijau mampu melakukan fotosintesis.
Sebagian tumbuhan tidak melakukan fotosintesis.
Sebagian tumbuhan tidak berwarna hijau.

2) Jika salah satu premis bersifat negatif maka kalimat silogisme harus bersifat negatif

Contoh:
Semua penyebab penyakit tidak disenangi.
Sebagian jamur menyebabkan penyakir.
Sebagian jamur tidak disenangi.

3) Jika kedua premis bersifat partikular maka tidak dapat diambil kesimpulan silogisme.

Contoh:
Sebagian bakteri adalah menyebabkan penyakit.
Acetobacter xylinum merupakan bakteri.

Dari kedua premis di atas tidak dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hal ini karena kedua premis bersifat partikular, maka tidak dapat ditarik kesimpulan yang logis, yang ada hanyalah kesimpulan yang bersifat rekaan atau kemungkinan. Hal ini tidak dapat dilakukan.

4) Jika kedua premis bersifat negatif, maka tidak dapat diambil kesimpulan. Sama seperti pada aturan nomor tiga. Premis yang bersifat negatif dua-duanya tidak memberikan fakta yang menghubungkan satu sama lain, oleh karenaitu tidak sah diambil kesimpulan dari dua premis yang sama-sama dalam entuk negatif.

Contoh:
Sel tumbuhan bukan sel prokariotik.
Sel hewan bukan sel prokariotik.

Dua premis di atas merupakan pernyataan negatif, dari kedua premis di atas tidak dapat diketahui sel prokariotik seperti apa, karena dua premis di atas tidak memberikan informasi dengan bentuk kalimat negatif.

Advertisement

b. Silogisme Hipotesis

Merupakan silogisme yang premis mayornya merupakan pernyataan hipotesis, sementara premis minornya merupakan pernyataan kategorik. Dibedakan menjadi empat:
1. Silogisme hipotetik antecedent yaitu silogisme yang premis minornya mengakui bagian premis mayor.
Contoh:
Jika mengantuk saya tidur (premis mayor).
Sekarang mengantuk (premis minor).
Saya akan tidur (kesimpulan).

2. Silogisme hipotetik dengan premis minor mengakui adanya konsekuensi yang disebutkan pada premis mayor.
Contoh:
Jika mengantuk, saya akan tidur (premis mayor).
Sekarang saya telah tidur (premis minor).
Saya telah mengantuk (kesimpulan).

3. Silogisme hipotetis antiantecedent, merupakan kebalikan dari silogisme antecedent.

Contoh:
Jika saya mengantuk maka saya akan pergi tidur (premis mayor).
Sayatidak pergi tidur (premis minor).
Saya tidak mengantuk. (kesimpulan).

4. Silogisme hipotetik antikonsekuens adalah silogisme yang kebalikan dari silogisme konsekuen.

Contoh:
Jika mendapat nilai c, saya akan sedih.
Saya tidak sedih.
Saya tidak mendapat nilai c.

c. Silogisme Alternatif

Merupakan silogisme yang tersusun atas preis mayor yang merupakan pernyataan alternatif. Sementara itu, premis minor akan membenarkan hanya pada satu alternatif, maka kesimpulan berupa penolakan terhadp alternatif lain.
Contoh:
Sinta kuliah di UI atau Unpad.
Sinta kuliah di Unpad.
Jadi, sintatidak kuliah di UI

0 komentar:

Poskan Komentar